Rabu, 17 Agustus 2016

Kreator Pokemon Go Kembali Kena Tuntut


Situs Judi Poker -Kesal karena Pokemon Go membuat taman di depan rumah mereka dikunjungi banyak orang, suami istri asal Detroit menuntut para kreator Pokemon Go.

Detroit Free Press melaporkan bahwa Scott dan Jayme Dodich menuntut developer Niantic, Nintendo dan The Pokemon Company.


Menurut Gamespot, pasangan Dodich menuntut dengan harapan Niantic akan berhenti meletakkan Pokemon pada atau di dekat properti pribadi, kecuali jika mereka mendapatkan persetujuan pemilik.

Tuntutan lain mereka adalah agar sebagian pendapatan Pokemon Go diberikan pada orang-orang yang propertinya digunakan untuk Pokemon Go.


Dalam tuntutan itu, tertulis bahwa Pokemon Go telah diunduh 30 juta kali dan menghasilkan lebih dari USD35 juta, meski tampaknya angka ini kurang tepat. Pada Los Angeles Times, Niantic berkata bahwa Pokemon Go telah diunduh hampir 100 juta kali.

Meski penghasilan dari Pokemon Go tidak pernah diumumkan secara resmi, sebuah laporan mengklaim game AR itu telah menghasilkan USD200 juta di bulan pertamanya. 


Dalam tuntutannya, kedua Dodich menjelaskan bahwa mereka sudah muak karena harus berurusan dengan para pemain Pokemon Go yang berjalan-jalan di taman mereka, dan mengintip ke dalam rumah melalui jendela. Rumah mereka berada di seberang Wahby Park, yang memiliki sebuah gym Pokemon Go dengan 7 PokeStop di sekitarnya.

"Ratusan" orang datang setiap hari, tertulis dalam tuntutan itu. "Kami tidak bisa tidur," tulis tuntutan Dodich. "Bagaimana mungkin ini bukan masalah? Mereka bersantai di halaman kami... Kami merasa tidak aman... Saya tidak merasa aman duduk di teras rumah kami."


Ini bukanlah pertama kalinya Niantic harus menghadapi tuntutan ke pengadilan. Seorang pria di Maasachusetts yang tinggal di sebuah gereja yang menjadi Pokemon Gym meminta Niantic untuk menyesuaikan koordinasi GPS yang ada, menurut Associated Press.

Sebelum ini, Pokemon juga pernah muncul di Holocaust museum dan tugu peringatan pemboman Hiroshima. Niantic lalu menyelesaikan masalah ini setelah permintaan dari pihak resmi.
« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar

Posting Komentar